11 cara membuat batik t-shirt karena memiliki nilai keindahan yang cukup tinggi

Batik t-shirt

11 cara membuat batik t-shirt karena memiliki nilai keindahan yang cukup tinggi

Pada saat ini, seni batik telah berkembang cukup pesat. Media untuk membatik tidak hanya terbatas pada kain mori saja. Saat ini, membatik juga dapat dituangkan dalam media kaos dan kayu. Batik kaos dan kayu cukup diminati oleh masyarakat karena memiliki nilai keindahan yang cukup tinggi.

T-shirt atau kaos merupakan karya tekstil yang berkembang pesat selaras dengan perkembangan batik di Indonesia. Batik t-shirt dapat dibuat melalui dua cara, yaitu saat kain belum berwujud t-shirt dan saat kain telah berwujud t-shirt.

Pembatikan setelah menjadi t-shirt lebih memberi kesan dinamis karena batik dapat dibuat sesuai dengan ukuran t-shirt yang ada. Batik t-shirt biasanya lebih cocok untuk keperluan santai atau pakaian anak-anak.

Hal itu karena bahannya mudah menyerap keringat. T-shirt yang bisa dibatik adalah t-shirt yang terbuat dari bahan kapas atau katun. Adapun proses kerja membatik t-shirt adalah sebagai berikut :

  • Hal yang pertama harus dilakukan adalah membuat pola gambar. Pola gambar atau desain dibuat pada kertas yang ukurannya tergantung dari kebutuhan dengan pensil 2B. Setelah selesai, tebalkan pola gambar dengan spidol warna gelap.
  • Sediakan t-shirt warna putih yang bahan maupun jahitannya menggunakan katun. Cuci t-shirt tersebut dengan air dingin, kemudian dijemur. Setelah kering, t-shirt disetrika.
  • ┬áNyorek atau ngeblat pola gambar pada t-shirt menggunakan pensil.
  • Mencanting t-shirt yang sudah dipola.
  • Mewarnai t-shirt dengan bahan zat pewarna kimia napthol, remasol, atau yang lainnya. Untuk menghasilkan dua warna atau lebih dapat menggunakan bahan napthol dan remasol. Kalau menggunakan satu zat pewarna dinamakan kelengan. Proses kerja napthol dan remasol.
  • Toletkan cairan napthol ke pola atau motif kaos.
  • Toletkan cairan garam ke bekas toletan napthol hingga muncul warna yang diinginkan.
  • Setelah proses pewarnaan napthol pada t-shirt selesai, bagian-bagian pewarnaan napthol yang diinginkan ditutup dengan malam (bironi).
  • Setelah proses bironi selesai, proses selanjutnya adalah mewarnai t-shirt menggunakan zat pewarna remasol. Cara penggunaannya sama seperti di kelas tujuh maupun kelas delapan, hanya di sini tidak dengan cara ditolet melainkan dicelup menggunakan bak plastik. Usahakan bak plastik yang digunakan lebar maupun panjang menyesuaikan medianya.
  • Setelah proses pewarnaan remasol selesai, kuncilah dengan waterglas yang ada kandungan kustiknya supaya warna tidak luntur. Cara melekatkan pada media cukup gunakan kuas ukuran sedang hingga rata, kalau perlu diulang-ulang.
  • Masukkan t-shirt yang sudah difiksasi dengan waterglas ke kantong plastik supaya tidak kena udara selama kurang lebih dua jam. Setelah cukup waktu, t-shirt diambil dari kantong plastik untuk dicuci dengan air biasa. Selanjutnya, t-shirt dilorod.
  • Apabila selama proses lorodan ada malam yang sulit lepas dari kain maka dalam panci/kenceng atau tempat lorodan dimasukkan pati kanji atau soda abu.
  • Setelah proses nglorod selesai, t-shirt dicuci dengan air dingin hingga benar-benar bersih. Selanjutnya, t-shirt yang sudah dicuci dijemur di tempat yang teduh, hindarkan terkena langsung sinar matahari. Setelah kering, t-shirt dua warna siap dipakai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *