Beragam Motif batik dan pola batik maupun teknik pembuatannya

Beragam Motif batik dan pola batik Zaman dahulu batik terbatas perkembangannya, baik dari segi motif, corak, gaya maupun teknik pembuatannya

Beragam Motif batik dan pola batik

Zaman dahulu batik terbatas perkembangannya, baik dari segi motif, corak, gaya maupun teknik pembuatannya. Akan tetapi, sekarang batik berkembang seiring dengan kemampuan dan perkembangan krea-tivitas manusia.

Motif dan pola batik sangat menentukan hasil karya perajin batik. Hal itu karena motif batik berkaitan erat dengan selera, keramaian pasar, dan nilai atau harga jual. Ketiga hal inilah yang menuntut para perajin batik untuk selalu berinovasi baik masalah motif, pola, maupun teknik. Untuk itu sejak dini kita harus memulai mengapresiasi karya batik, khususnya yang berhubungan dengan motif dan polanya. Dengan kemampuan apresiasi cukup bagus maka ke depan dimungkinkan muncul generasi muda kreatif serta memiliki daya cipta tinggi.

Sebelum mencanting atau melukis di atas kain putih dengan malam (lilin), kita terlebih dahulu harus mempersiapkan motif yang akan dibuat untuk batik. Motif merupakan perwujudan gambar yang dihasilkan dari flora (tumbuh-tumbuhan), fauna (hewan), geometris, dan bebas berekspresi. Suatu gambar dapat diekspresikan menjadi motif batik melalui cara-cara berikut.

  1. Stilasi berarti penggayaan suatu benda tanpa mengubah ciri khasnya. Stilasi dapat dilakukan dengan cara mengubah bentuk atau dengan melihat objek dari berbagai arah. Misalnya, gambar daun diubah arah pandangnya (dari depan, belakang, atas, atau samping) agar lebih indah. Tujuan pengubahan arah pandang tersebut adalah untuk menghasilkan ragam hias baru yang lebih indah. Ragam hias ini dapat dibuat menjadi bermacam-macam ragam hias dengan gaya yang berbeda. Namun, ciri khas bentuk aslinya masih kelihatan.
  2. Distorsi berarti mengubah bentuk dengan maksud menonjolkan sebagian unsur yang terkandung dalam satu objek.
  3. Dekoratif berarti suatu benda atau objek mengalami penyederhanaan dari bentuk aslinya. Penyederhanaan dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah bagian objek dan menyederhanakan bentuk.

Setelah motif dibuat, selanjutnya motif diproses menjadi pola tertentu pada kain. Caranya dengan ngeblat atau nyontek di atas kain supaya menghasilkan pola atau motif seperti yang diinginkan. Membuat pola di atas kain bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut.

  1. Membuat Pola dengan Bantuan Garis

Membuat pola dengan bantuan garis dilakukan dengan cara membuat pola terlebih dahulu dengan bantuan garis. Garis tersebut dapat berupa garis horiĀ­zontal maupun garis vertikal di kain untuk menyesuaikan motif pola yang akan kita buat.

  1. Membuat Pola dengan Mal

Membuat pola dengan mal dilakukan dengan cara menggambar motif pada kertas gambar seukuran dengan kain yang akan digunakan. Pada kertas gambar tersebut diberi garis tepi kurang lebih 3 cm agar saat menggambar motif tidak sampai di pinggir kertas. Setelah kertas gambar sudah ada motifnya, kain mori diletakkan di atasnya. Kertas gambar dan kain mori perlu dikancing menggunakan jarum pentul agar tidak bergeser. Selanjutnya, pada permukaan kain mori digambar sesuai pola yang terlihat transparan dengan pensil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *